Setiap insan yang ada di dunia ini pasti pernah mengalami
pahitnya sebuah percintaan, kan? Saya yakin anda pernah dan saya pun pernah.
Bagi saya, jumlah pahitnya cinta sama dengan jumlah manisnya cinta. Yaa,
artinya semua cinta saya selama ini kandas. Tak ada yang bersisa. Meskipun
begitu saya yakin di balik kandasnya hubungan percintaan saya masih ada makna
yang berarti bagi diri saya sendiri.
Bagi saya tidak ada yang namanya pemutusan cinta. Toh,
sudah seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa sebuah cinta itu tidak akan
ada putus-putusnya melainkan cinta yang dulu bersemi telah bertransformasi
menjadi bentuk cinta yang lainya. Begitupun dengan sebuah hubungan yang dulunya
intens bertranformasi menjadi hubungan yang lainya. Bagaimanapun setelah
memutuskan sebuah ikatan itu, setiap dari kita tentu masih bisa bersilahturahmi
entah itu sehari setelahnya ataupun beberapa tahun setelahnya. Pemutusan yang
mutlak adalah pemutusan sebuah harapan masa sekarang dan masa yang akan datang.
Saya tak memungkiri hal itu, setiap pasangan pasti sangat mendambakan cinta
mereka bisa bersemi abadi selama terus-menerus dan secara kontinyu tetapi
terkadang dalam perjalanan cinta itu terdapat berbagai macam mata pisau yang
siap memutuskan tali hubungan pasangan itu, benar kan? Nah, dari situlah kita
mulai bersikap terhadap cinta dan komitmen yang pernah dibuat. Jika selamat
dari mata pisau itu, bersyukurlah kalian dan bagi yang tidak bisa menghindari
tajamnya mata pisau sebuah cinta.... bersabarlah. Hal yang paling menyenangkan
dari sebuah perpisahan adalah pasti di luar sana akan ada seseorang yang lebih
baik lagi daripada ini, itu pasti, dan saya sudah membuktikanya! Tuhan pun
masih sayang kepadamu, Tuhan tahu seseorang yang terbaik bagimu dan dia sedang
“menggodohnya” untukmu nanti. Entah itu adalah seseorang yang lain atau pun dia
yang sudah berubah menjadi lebih baik daripada dahulu. Bersabarlah, kau masih
memiliki kekasih sejati, yaitu Tuhanmu sendiri yang memang terkadang
menyebalkan yang sering memberi kita cobaan hidup sekaligus dia pun
menyanyangi.... bahkan sangat-sangat menyayangimu. Dialah satu-satunya
kekasihmu yang tak akan pernah berpaling terkecuali kau yang berpaling muka
darinya.
Nestapa ini memanglah sangat menyayat hati, terkadang
penyesalan berujung duka “Mengapa saya harus bertemu dengan anda?!” ooppss...
it’s wrong at all.... ingat jangan sesali sebuah pertemuan! Sekali lagi jangan
sesali sebuah pertemuan! Yang patut di sesali adalah perngenalan! “Mengapa saya
harus mengenal anda dan anda harus mengenal saya?!” that’s it! Saya bilang...
sudah garis takdir kalian berdua untuk mengenal agar kalian tahu bagaimana
menghargai cinta dan menanggapinya... agar kalian tahu seberapa standar kalian
dalam mencari pasangan. Jika kekasih sekarang sudah pergi setidaknya saya tahu
kekasih saya di masa yang akan datang lebih lebih daripada yang sekarang. Amin.
Baiklah, lagi pula jodoh itu tidak akan tertukar percayalah mengorbankan emas untuk mendapatkan platina... jika garis takdirnya walaupun jauh pasti akan dimudahkan jalanya untuk segera bertemu kembali, dan jika bukan takdirnya sekeras apapun berjuang untuk bertemu pasti akan sulit sekali. Percayalah, Tuhan masih kekasihmu. Dan teman-teman adalah kekasih kita selamanya
No comments:
Post a Comment