Tamu Blog Ini...

Saturday, 3 January 2015

Kata

Pasti sekalipun kau tak terlintas ini
Betapa kata dapat seruncing begini
Kau pun tak akan pernah tahu
Bahwa kata terakhir selalu berbekas tak terperi
Tentu saat itu kata tak sedang berkobar
Membakar kayu yang menjadikanya abu
Hanya saja saat itu
Kata seraya menggugurkan sehelai daun kemilau

Seberapa nisbikah kata tiada tertara
Mendesingkan kelembutan itu adalah rasa
Membuai dalam dekapan mimpi-mimpi tiada bertepi
Yang bersandar di dirimu
Menggiring langkah menyongsong mentari
Dan menanti hati diantara taman bunga
Seberapakah jauh jarak taman.itu
Kata tetaplah fatamorgana gurun pasir
Yang membiaskan makna antara maya dan sejati

Daun yang gugur itu aku
Sebab pohon sudah tak menghendaki untuk tinggal
Lalu jatuh menyeruduk lubuk sungai
Selalu hayut ke hilir kata
Terobang-ambingkan oleh kata
Lebih bodoh lagi...
Aku selalu menikmati deru aliran kata
Teguh mempercayai kata adalah sejati
Yang akan melabuhkanmu ke tepi
Serta merta aku menikmati kata
Siapa?
Aku terlalu sering terluka oleh kata
Sesering itu aku dirajam
Tetapi aku tetap pecandu kata
Dan aku dapat tertawa-tawa
Menyaksikan sebuahbkesedihan dan kebohongan kata

Bandung, 15 Desember 2014 by Mikyal

No comments:

Post a Comment