Tamu Blog Ini...

Saturday, 3 January 2015

Manusia dan Tikus

Apakah kau merasakan juga bertapa bebas berkeliarnya tikus-tikus tersebut? Entah bagaimana caranya aku pun kurang paham bagaimana mereka dapat merasuki gedung-gedung besar nan megah, padahal menurutku gedung-gedung tersebut sudah pasti memiliki sistem yang mumpuni untuk mencegah makhluk kotor sebangsa tikus masuk kesana. Bagaimana hal itu bisa terjadi akan tetap menjadi sebuah misteri. Tikus akan berpikir secara tikus dan manusia akan berpikir secara manusia, hanya manusia-tikus yang mampu membongkar rahasia ini.

Tikus selalu mengikuti kemana manusia tinggal dan juga memakan hal yang manusia juga makan. Tikus dan manusia seakan-akan menjadi hal yang tak terbantahkan di muka bumi ini, mereka sulit untuk dimusnahkan betapa pun polisi anti tikus telah menemukan spesies-spesis tikus terbaru tetapi tetap saja induk-induk tikus tersebut telah meninggalkan warisan dan kebudayaan yang akan terus dijunjung tinggi oleh anak tikus maupun bangsa tikus yang lain.

Nampaknya karena manusia sudah terlalu lama berinteraksi dengan tikus menjadikan manusia terjangkit sebuah penyakit yang bernama virus tikus. Anehnya, virus ini lebih canggih daripada virus babi maupun virus burung yang hanya menyerang sistem imun tubuh, justru virus tikus menyerang sistem imun batin manusia. Tak tanggung-tanggung virus tikus menyerang berbagai manusia dari bermacam-macam strata, tak peduli dia masih balita, anak-anak, sudah dewasa atau yang sudah sejengkal lagi menuju liang kubur virus tikus benar-benar telah mengakar.

Begitu pula dengan teman-temanku, memang tak ada gejala fisik yang terlihat tetapi ketika kami berhadapan dengan hal-hal tertentu yang mana kali ini dicontohkan dengan sebuah test maka beberapa menit menjelang test berakhir cicit-cicit tikus akan ramai terdengar memenuhi ruangan test, mereka pun akan bergerak lincah seperti halnya tikus pada umumnya. Dan itu lah yang kusebut sebagai virus tikus, yang mampu menggerogoti pemikiran manusia. Serta terlalu banyak contoh-contoh lainya atau kau bisa mencari jawaban lain dari seseorang yang sudah terkena virus tikus.

Jika sudah begini, seorang manusia pasti terenung apa tujuan mereka sebenarnya jika hanya bisa menggerogoti? mengikuti test hanya untuk mendapakan sebilang angka, mungkin? Setelah semua ini masih kah kau percaya pada angka?
Dengan meminjam perkataan Nietzche, rasanya memang tak salah jika Tuhan telah benar-benar mati. Dan karena Tuhan telah mati, maka virus ini dapat dengan mudah menggerogoti manusia juga, meskipun mereka menjijikan tetapi mereka sulit dimusnahkan. Perang melawan tikus berserta virusnya tak akan pernah menuai usai.

No comments:

Post a Comment