Tamu Blog Ini...

Monday, 23 February 2015

Angkat Angkamu, Shegyy!



Kalau Tuhan sudah berkehendak, seberapa pun cara kita untuk menghindari takdir Tuhan jika dia ingin itu terjadi maka terjadilah. Bukan aku yang meminta agar aku ada disini. Aku bahkan sama sekali tak ingat tentang bagaimana aku dulunya ketika membuat sebuah perjanjian dengan Tuhan. Yang aku ingat masa kecilku penuh dengan dinamika yang luar biasa. After all, semuanya baik-baik saja hingga saat ini.

Angka yang ditanyakan orang pada lazimnya hanyalah sebuah pertanda sudah berapa lama kamu hidup di dunia ini? Selebihnya menurutku dewasa atau tidaknya adalah sebuah variabel yang sulit aku jelaskan karena barometer penilaian terhadap seseorang bersifat relatif. Seperti kau tahu kan ada sebuah istilah, Tua itu pasti dan dewasa itu pilihan. Tua menunjukan kepada sesuatu dimana usia kita akan terus bertambah dan bertambah setiap tahunya dan lalu mengapa dewasa itu pilihan? Dewasa menunjukan kepada kondisi mental yang dimiliki dalam menghadapi berbagai macam masalah di dunia. Dewasa itu memang menjadi sebuah pilihan, terkadang aku temukan seseorang yang usianya jauh lebih muda sudah mulai berpikir dewasa dan ada pula yang meskipun usianya sudah tua namun jalan pemikiranya masih sangat dangkal. Maka menurut hematku angka tidak menjadi apa-apa selain hanya sebuah pertanda seperti batu nisan. Are you agree with me?

Pertambahan angka adalah hal yang sama sekali tidak bisa kita hindarkan karena waktu terus berjalan maju. Setiap kali berulang tahun aku selalu membayangkan bagaimana aku dulu ketika lahir? Apakah aku tidak mengingat sesuatu pun? Ahh~ aku masih sangat kecil dan kemudian aku ditarik ke hari ini, tepat di hari ulang tahunku untuk kesekian kalinya. Tentu banyak juga teman-teman yang mengucapka selamat atas hari bahagiaku. Tetapi disini siapakah yang sesungguhnya yang patut aku dan mereka selamati. Aku kah? Tuhan kah yang sudah mengizinkan aku hidup di dunia? Ibu ku kah yang sudah bersusah payah melahirkanku dengan selamat? Atau Ayah ku kah yang telah menyumbang asihkan sperma untuk membentuk calon bayi? Tuhan aku seperti tak patut diselamati. Ini bukan karena aku ini sampah tapi selama aku hidup ini apakah yang pernah aku berikan kepada mereka? Sejauh ini kurasa Nihil.

Pernahkan kamu berfikir untuk apa kamu hidup di dunia hingga hari ini?
Make a wish Mikyal....

No comments:

Post a Comment