Kalau Tuhan sudah berkehendak, seberapa pun cara kita
untuk menghindari takdir Tuhan jika dia ingin itu terjadi maka terjadilah. Bukan
aku yang meminta agar aku ada disini. Aku bahkan sama sekali tak ingat tentang
bagaimana aku dulunya ketika membuat sebuah perjanjian dengan Tuhan. Yang aku
ingat masa kecilku penuh dengan dinamika yang luar biasa. After all, semuanya
baik-baik saja hingga saat ini.
Angka yang ditanyakan orang pada lazimnya hanyalah sebuah
pertanda sudah berapa lama kamu hidup di dunia ini? Selebihnya menurutku dewasa
atau tidaknya adalah sebuah variabel yang sulit aku jelaskan karena barometer penilaian
terhadap seseorang bersifat relatif. Seperti kau tahu kan ada sebuah istilah,
Tua itu pasti dan dewasa itu pilihan. Tua menunjukan kepada sesuatu dimana usia
kita akan terus bertambah dan bertambah setiap tahunya dan lalu mengapa dewasa
itu pilihan? Dewasa menunjukan kepada kondisi mental yang dimiliki dalam
menghadapi berbagai macam masalah di dunia. Dewasa itu memang menjadi sebuah
pilihan, terkadang aku temukan seseorang yang usianya jauh lebih muda sudah
mulai berpikir dewasa dan ada pula yang meskipun usianya sudah tua namun jalan
pemikiranya masih sangat dangkal. Maka menurut hematku angka tidak menjadi
apa-apa selain hanya sebuah pertanda seperti batu nisan. Are you agree with me?
Pertambahan angka adalah hal yang sama sekali tidak bisa
kita hindarkan karena waktu terus berjalan maju. Setiap kali berulang tahun aku
selalu membayangkan bagaimana aku dulu ketika lahir? Apakah aku tidak mengingat
sesuatu pun? Ahh~ aku masih sangat kecil dan kemudian aku ditarik ke hari ini,
tepat di hari ulang tahunku untuk kesekian kalinya. Tentu banyak juga
teman-teman yang mengucapka selamat atas hari bahagiaku. Tetapi disini siapakah
yang sesungguhnya yang patut aku dan mereka selamati. Aku kah? Tuhan kah yang
sudah mengizinkan aku hidup di dunia? Ibu ku kah yang sudah bersusah payah
melahirkanku dengan selamat? Atau Ayah ku kah yang telah menyumbang asihkan
sperma untuk membentuk calon bayi? Tuhan aku seperti tak patut diselamati. Ini
bukan karena aku ini sampah tapi selama aku hidup ini apakah yang pernah aku
berikan kepada mereka? Sejauh ini kurasa
Nihil.
Pernahkan kamu berfikir untuk apa kamu hidup di dunia
hingga hari ini?
Make a wish Mikyal....
No comments:
Post a Comment