Tamu Blog Ini...

Monday, 6 October 2014

Both of them



Mana yang harus aku pilih kebenaranya ketika semuanya tidak benar?

Dapatkah kau menjelaskan ini semua? 

Aku heran dengan takdir Tuhan yang selalu membuatku terus berfikir dan berfikir, terus memohon dan memohon, terus membuatku berharap dan berharap....

Aku tak pandai jatuh cinta. Kukira cinta itu tak perlu dicari dan terus digali dari seorang hati yang sedang menaruh harapan darimu. Aku tak akan berbuat dzolim dengan mengambil kesempatan dan keuntungan dari seseorang menaruh cintanya padaku. Aku tak akan menyiksa mereka yang telah jatuh hati, karena aku tahu mereka pun tersiksa dengan perasaanya sendiri. Maka aku akan membiarkan dia melihat kedepan kepada sesuatu yang lebih indah daripadaku. Aku yakin, diluaran sana masih banyak bertebaran bunga-bunga yang lebih indah daripada yang sedang mereka lihat.

Seharusnya aku tak membiarkan perasaan ini terlewati begitu saja. Orang bilang cinta itu adalah hal yang paling indah. Tetapi aku sekali lagi harus melongo dengan takdir Tuhan yang menggemaskan. Dimataku cinta adalah penyiksaan. Dan ketika kau jatuh cinta maka kau harus menyetujui akan adanya penyiksaan. Jikalau terus diredam cinta itu akan menjadi sebuah luapan-luapan bodoh ketika bertingkah. Pasti memalukan sekali, bukanya menarik perhatianya malah membuat dia menjauh darimu....

Aku pernah mengacuhkan perasaan ini. membiarkan aku menikmati indahnya cinta seorang diri. Cinta itu terus mengetuk-mengetuk pintu hati, aku biarkan saja. Aku biarkan dia berlalu begitu saja. Lewat tanpa permisi di hadapan kedua mataku, aku menatap nanar melihat penyiksaan pada akhirnya. Lalu kusimpulkan, suatu saat nanti ketika aku melihat cinta itu kulihat kembali aku tak akan membiarkanya berlalu begitu saja. Aku tak ingin tersiksa kembali.

Hampir 3 musim berlalu aku melihat lagi indahnya cinta. Kali ini aku malah ingin menjauhinya ketimbang aku menikmatinya dalam sepi. Aku benar-benar ingin menjauh tapi tak bisa. Tarikan itu terlalu kuat. Aku berbalik melihat masa lalu, jangan biarkan dia lewat! Aku berguru pada kalimat itu. Akhirnya aku mengambil kesempatan ini juga. Benar, cinta akan indah jika bersambut dan jika kedua-duanya merasakan hal yang serupa. Dibalik itu cinta yang diterima pada akhirnya berubah menjadi penyiksaan juga. Tak ada bedanya.
Jadi, apa yang harus kupilih kebenaranya, ketika semuanya tidak benar? Kedua-duanya adalah penyiksaan bukan?

Ada yang ingin menjawab?

 Bandung, 27 September 2014

No comments:

Post a Comment