Aku menyukai ungkapan ini, yang kubuat ketika aku sedang
menatap langit-langit kamar....
Sahabatku adalah temanku juga
Temanku adalah temanku juga
Musuhku adalah temanku juga
Orang yang paling aku benci pun adalah temanku juga
Aku senang ketika aku bisa membantu sesama. Apalagi
seorang teman yang selalu mendapatkan tempat terbaik di hidupku. Aku akan
berbahagia jika aku bisa membantu temanku dalam keadaan susah. Sekali pun itu
adalah orang yang paling aku benci tetapi kutegaskan dia tetap adalah temanku
yang harus selalu aku bantu.
Bukan teman namanya jika pamrih, seorang teman tidak akan
pamrih ketika diminta pertolongan. Selama hidupku ini aku selalu berusaha untuk
menjadi seorang teman yang baik. Menjadi seseorang yang dapat mereka percayai
karena jika tidak aku adalah orang yang hina.
Kepercayaan mereka adalah membuat aku hidup hingga
sekarang. Tanpa kepercayaan yang mereka beri aku takan berarti apa-apa dalam
hidupku sendiri. Terkadang hatiku sulit menerima perkataan setajam samurai yang
mereka lontarkan, terkadang aku nelangsa ketika harus menerima kenyataan pahit
tetapi aku yakin manusia jauh dari kesempurnaan, mereka terkadang khilaf dalam
berbuat... aku tetap menerima mereka apapun kekurangannya apa pun
ketidaksempurnaanya karena kesempurnaan akan terbentuk ketika kita bisa saling
melengkapi.
Dan seorang teman yang baik adalah seorang teman yang selalu
mendukungnya ketika dia terjatuh, membesarkan hatinya ketika rapuh, selalu bisa
membuat sebuah kebahagiaan bersama di tengah kesepian yang melandang,
kehangatan yang selalu hadir tanpa pernah diduga.... tetapi bukan teman namanya
jika dia menusukmu dari belakang, membiarkanmu terjatuh ketika kau jatuh.
Aku hanya berusaha membantu temanku. Memberikan sesuatu
yang terbaik bagi mereka adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Aku, kamu, dia, kalian adalah teman yang baik.
Bandung, 27 September 2014
Bandung, 27 September 2014
No comments:
Post a Comment