Tamu Blog Ini...

Monday, 6 October 2014

Engkau di Mataku



Aku menyukai ungkapan ini, yang kubuat ketika aku sedang menatap langit-langit kamar....

Sahabatku adalah temanku juga
Temanku adalah temanku juga
Musuhku adalah temanku juga
Orang yang paling aku benci pun adalah temanku juga

Aku senang ketika aku bisa membantu sesama. Apalagi seorang teman yang selalu mendapatkan tempat terbaik di hidupku. Aku akan berbahagia jika aku bisa membantu temanku dalam keadaan susah. Sekali pun itu adalah orang yang paling aku benci tetapi kutegaskan dia tetap adalah temanku yang harus selalu aku bantu. 

Bukan teman namanya jika pamrih, seorang teman tidak akan pamrih ketika diminta pertolongan. Selama hidupku ini aku selalu berusaha untuk menjadi seorang teman yang baik. Menjadi seseorang yang dapat mereka percayai karena jika tidak aku adalah orang yang hina.

Kepercayaan mereka adalah membuat aku hidup hingga sekarang. Tanpa kepercayaan yang mereka beri aku takan berarti apa-apa dalam hidupku sendiri. Terkadang hatiku sulit menerima perkataan setajam samurai yang mereka lontarkan, terkadang aku nelangsa ketika harus menerima kenyataan pahit tetapi aku yakin manusia jauh dari kesempurnaan, mereka terkadang khilaf dalam berbuat... aku tetap menerima mereka apapun kekurangannya apa pun ketidaksempurnaanya karena kesempurnaan akan terbentuk ketika kita bisa saling melengkapi.

Dan seorang teman yang baik adalah seorang teman yang selalu mendukungnya ketika dia terjatuh, membesarkan hatinya ketika rapuh, selalu bisa membuat sebuah kebahagiaan bersama di tengah kesepian yang melandang, kehangatan yang selalu hadir tanpa pernah diduga.... tetapi bukan teman namanya jika dia menusukmu dari belakang, membiarkanmu terjatuh ketika kau jatuh.

Aku hanya berusaha membantu temanku. Memberikan sesuatu yang terbaik bagi mereka adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

Aku, kamu, dia, kalian adalah teman yang baik.

Bandung,  27 September 2014

No comments:

Post a Comment