Tamu Blog Ini...

Wednesday, 25 February 2015

Pendidikan Mental? (Menjadikan Manusia Robot)



Murid kelas junior itu bisa diapain aja. Disuruh apa aja mau. Dibentak-bentakin juga diem aja kek patung. Siapa pun di dunia ini terutama di Indonesia yang sistem MOSnya primitif pasti pernah merasakan masa-masa menjadi junior apalagi bagi beberapa sekolah yang mempunyai hukum tak tertulis bernama kesenioritasan. Saya pun salah satu korbanya.

Dahulu kala saya pernah mengikuti beberapa organisasi di sekolah. Dimana disana hampir setiap harinya saya dan teman-teman harus berhadapan dengan para senior saya. Dalam satu bulan entah sudah berapa kali terus kena damprat dengan inti permasalahan yang sama. Padahal kalau dipikir-pikir lagi tujuan kita mengikuti organisasi bukan untuk terus kena damprat dari senior, kan? Para senior terkadang tak berpikiran rasional, mereka terus mencari-cari kesalahan dari para juniornya, kalau jawab dibentak. Nggak dijawab juga dibentak. Kalau diem aja juga malah kena hukum push up kalau nggak meja ditendang dan kursi melayang. Sungguh membingungkan saya. Ironisnya hal itu terjadi di semua organisasi yang notabenenya wajib di sekolah.

Senior ketika ditanya selalu berdalih bahwa bentakan itu maksudnya untuk menguatkan mental para juniornya. Well, hal itu tidak dibenarkan bagi saya. Jika senior terus mempunyai pola yang sama dengan membentak para juniornya bukan menjadi tidak mungkin kalau tujuan semula menguatkan mental malah membuat mental para junior kedodoran. Sebab, dengan pembentakan akan tercipta sebuah pradigma yang mengesankan bahwa junior itu harus selalu mematuhi aturan senior. Sebagai contoh ketika senior menyuruh push up, junior dengan senang hati melaksanakan perintah itu tanpa harus berpikir panjang karena dia pun tak ingin berurusan lebih panjang lagi dengan seniornya. Pendidikan yang seperti ini hanya akan menghasilkan manusia-manusia robot yang tidak kreatif yang bisa dengan mudah tergilas oleh zaman! Yang seperti ini adalah pola pendidikan yang sangat primitif! Saya turut berduka cita bagi siapa pun yang tetap melaksanakanya karena Anda telah menyumbangkan sebagian kehancuran bangsa!

Mental yang sesungguhnya itu tak bisa dibentuk oleh bentakan seseorang. Mental yang ada dalam diri manusia hanya bisa dibentuk oleh izin dan kehendak alam. Contoh sederhananya ketika kita berarum jeram menerjang arus, tanpa kita sadari dengan meyakinkan diri bahwa kita bisa dan menjalani hal itu hingga beres sebenarnya kita pun sedang mengolah mental kita untuk memberanikan diri mengambil resiko. Mungkin Anda mempunyai contoh yan lain?
 
Jadi, untuk para senior berpikirlah secara rasional. Pandu juniornya agar menjadi manusia yang cerdas lahir dan batin. Bukan menjadi robot yang terus terprogramkan keginginan kalian, ya?

No comments:

Post a Comment