Murid kelas junior itu bisa diapain aja. Disuruh apa aja
mau. Dibentak-bentakin juga diem aja kek patung. Siapa pun di dunia ini
terutama di Indonesia yang sistem MOSnya primitif pasti pernah merasakan masa-masa
menjadi junior apalagi bagi beberapa sekolah yang mempunyai hukum tak tertulis
bernama kesenioritasan. Saya pun salah satu korbanya.
Dahulu kala saya pernah mengikuti beberapa organisasi di
sekolah. Dimana disana hampir setiap harinya saya dan teman-teman harus
berhadapan dengan para senior saya. Dalam satu bulan entah sudah berapa kali
terus kena damprat dengan inti permasalahan yang sama. Padahal kalau
dipikir-pikir lagi tujuan kita mengikuti organisasi bukan untuk terus kena
damprat dari senior, kan? Para senior terkadang tak berpikiran rasional, mereka
terus mencari-cari kesalahan dari para juniornya, kalau jawab dibentak. Nggak dijawab
juga dibentak. Kalau diem aja juga malah kena hukum push up kalau nggak meja
ditendang dan kursi melayang. Sungguh membingungkan saya. Ironisnya hal itu
terjadi di semua organisasi yang notabenenya wajib di sekolah.
Senior ketika ditanya selalu berdalih bahwa bentakan itu maksudnya
untuk menguatkan mental para juniornya. Well,
hal itu tidak dibenarkan bagi saya. Jika senior terus mempunyai pola yang sama
dengan membentak para juniornya bukan menjadi tidak mungkin kalau tujuan semula
menguatkan mental malah membuat mental para junior kedodoran. Sebab, dengan
pembentakan akan tercipta sebuah pradigma yang mengesankan bahwa junior itu
harus selalu mematuhi aturan senior. Sebagai contoh ketika senior menyuruh push
up, junior dengan senang hati melaksanakan perintah itu tanpa harus berpikir
panjang karena dia pun tak ingin berurusan lebih panjang lagi dengan seniornya.
Pendidikan yang seperti ini hanya akan menghasilkan manusia-manusia robot yang
tidak kreatif yang bisa dengan mudah tergilas oleh zaman! Yang seperti ini
adalah pola pendidikan yang sangat primitif! Saya turut berduka cita bagi siapa
pun yang tetap melaksanakanya karena Anda telah menyumbangkan sebagian
kehancuran bangsa!
Mental yang sesungguhnya itu tak bisa dibentuk oleh bentakan
seseorang. Mental yang ada dalam diri manusia hanya bisa dibentuk oleh izin dan
kehendak alam. Contoh sederhananya ketika kita berarum jeram menerjang arus,
tanpa kita sadari dengan meyakinkan diri bahwa kita bisa dan menjalani hal itu
hingga beres sebenarnya kita pun sedang mengolah mental kita untuk memberanikan
diri mengambil resiko. Mungkin Anda mempunyai contoh yan lain?
Jadi, untuk para senior berpikirlah secara rasional.
Pandu juniornya agar menjadi manusia yang cerdas lahir dan batin. Bukan menjadi
robot yang terus terprogramkan keginginan kalian, ya?
No comments:
Post a Comment